Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, mengajak peserta Ekspedisi Patriot 2026 untuk berkontribusi dalam penyempurnaan tata ruang serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi. Ajakan tersebut disampaikan saat pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut Ossy Dermawan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi nyata melalui hasil observasi lapangan yang dapat menjadi bahan penyempurnaan kebijakan penataan ruang nasional maupun daerah.
“Dalam penataan ruang, Tim Ekspedisi Patriot dapat berkontribusi melalui masukan berdasarkan hasil observasi di lapangan untuk penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di daerah,” ujar Ossy.
Ia menjelaskan, penataan ruang merupakan fondasi utama dalam pembangunan wilayah, termasuk kawasan transmigrasi. Proses tersebut meliputi perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian ruang yang saling berkaitan guna menciptakan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Salah satu instrumen penting dalam penataan ruang adalah Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Menurut Ossy, keberadaan RDTR yang telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) mampu mempercepat penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sehingga memberikan kepastian bagi investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain mendukung penataan ruang, Wamen ATR/BPN juga meminta Tim Ekspedisi Patriot yang terdiri dari ribuan mahasiswa dari 10 Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Indonesia untuk membantu mendata berbagai persoalan pertanahan yang masih dihadapi masyarakat transmigran.
Permasalahan tersebut meliputi penguasaan dan kepemilikan tanah, legalitas aset, hingga berbagai persoalan administrasi pertanahan lainnya yang membutuhkan penanganan pemerintah.
“Kami memohon kepada Tim Ekspedisi Patriot untuk mendata persoalan dan berkoordinasi dengan Kantor-Kantor Pertanahan di tingkat kabupaten/kota agar dapat segera ditindaklanjuti. Saya yakin adik-adik mahasiswa, dibantu dosen dan guru besar, akan mampu menghasilkan kajian yang relevan, aplikatif, dan berdaya guna bagi masyarakat transmigran,” kata Ossy.
Ia optimistis data hasil pendataan mahasiswa akan menjadi bahan penting bagi Kementerian ATR/BPN dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan yang selama ini dihadapi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Dalam kegiatan tersebut, Wamen Ossy didampingi Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin.
Acara pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 juga dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi selaku Ketua Pelaksana, serta perwakilan berbagai kementerian dan lembaga. Selain pelepasan peserta, kegiatan juga diisi dengan pembekalan dari sejumlah narasumber lintas kementerian sebagai bekal mahasiswa sebelum diterjunkan ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.






