Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Siap Ungkap Pihak yang Bertanggung Jawab

Metro Kota, Nasional19 Dilihat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik terhadap sejumlah negara yang dinilainya kerap merendahkan Indonesia terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam rapat kabinet pada Rabu (21/10), Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengungkap perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran tersebut.

Indonesia telah berbulan-bulan berupaya mengatasi karhutla yang menyebabkan kerusakan lahan dalam skala luas. Berdasarkan data Nusantara Atlas, lembaga pemantau independen yang menggunakan analisis citra satelit, luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga September mencapai lebih dari 1,9 juta hektare.

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan di dalam negeri. Asap yang ditimbulkan turut meningkatkan pencemaran udara hingga mencapai tingkat berbahaya di sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia, Singapura, dan Timor Leste. Situasi tersebut juga mendorong ASEAN mengadakan pertemuan untuk membahas krisis kabut asap lintas negara.

Dalam rapat kabinet, Prabowo menyatakan pemerintah akan mengungkap perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab atas bencana tersebut. Namun, ia belum menyebutkan secara spesifik nama perusahaan maupun negara yang dianggapnya merendahkan Indonesia.

“Untuk negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada waktunya kita akan ungkap perusahaan-perusahaan yang terlibat,” kata Prabowo.

Presiden menilai terdapat banyak perusahaan yang harus dimintai pertanggungjawaban atas terjadinya karhutla. Meski demikian, sejumlah pemimpin negara tetangga sebelumnya lebih memilih menawarkan bantuan penanganan kebakaran tanpa melontarkan kritik secara terbuka pada tingkat diplomatik tertinggi.

Di Malaysia, desakan yang lebih keras muncul dari seorang anggota parlemen pada pekan sebelumnya. Ia menyerukan agar Indonesia diperlakukan sebagai negara yang dikucilkan di kawasan menyusul dampak kabut asap.

Menanggapi situasi tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang mengedepankan kesabaran dan sikap santun, tetapi tidak ingin terus-menerus menerima penghinaan dari pihak lain.

“Indonesia adalah bangsa yang sopan dan sabar. Negara kita sering dihina, tetapi percayalah, bangsa kita tidak mau terus-menerus dihina,” ujarnya.

Prabowo juga telah menginstruksikan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab kebakaran. Ia menilai karhutla yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, sehingga dugaan kesengajaan dalam pembakaran lahan perlu ditelusuri.

Sejumlah ahli menjelaskan bahwa kebakaran hutan di Indonesia kerap berkaitan dengan praktik pembukaan lahan menggunakan api. Metode tersebut dapat merusak tutupan hutan yang berfungsi mengurangi kerentanan terhadap kebakaran serta membuat lahan gambut menjadi lebih kering dan mudah terbakar.

Pada tahun ini, kondisi kekeringan yang diperburuk fenomena El Nino turut meningkatkan risiko dan memperparah kebakaran di sejumlah wilayah.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Prabowo meminta kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Kehutanan melakukan penyelidikan dengan dukungan TNI serta badan intelijen.

“Masyarakat juga telah menangkap sejumlah orang yang sengaja melakukan pembakaran. Ini bisa kita anggap sebagai terorisme lingkungan,” kata Prabowo.

Ia turut menyoroti besarnya ancaman pembakaran hutan terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, tindakan pembakaran yang dilakukan secara sengaja merupakan kejahatan serius karena membahayakan jutaan penduduk Indonesia.

Prabowo, yang pada Selasa (20/10) genap dua tahun menjabat sebagai presiden, menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan terhadap perusahaan yang terbukti melanggar hukum setelah seluruh bukti dikumpulkan.

“Kita akan mencabut seluruh izin perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan rencana pemerintah untuk memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku karhutla, sekaligus mengusut pihak-pihak yang diduga berkontribusi terhadap krisis kabut asap yang berdampak lintas negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *