Wamen ATR Ossy Dermawan Hadiri Gerakan ‘AYO Muliakan Sungai’ di Kabupaten Bogor

Metro Kota22 Dilihat

BOGOR, perdetiknews.com — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menghadiri perhelatan Gerakan Nasional “AYO Muliakan Sungai” yang berpusat di Yayasan Pesantren Pengrajin Bambu, Cibinong, Kabupaten Bogor. Dalam momentum tersebut, dirinya melayangkan ajakan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga ekosistem air tawar yang dinilai sebagai fundamen penting eksistensi manusia.

Otoritas pertanahan menegaskan bahwa merawat serta memuliakan kondisi sungai pada hakikatnya merupakan bagian dari merawat kedaulatan, akar sejarah, sekaligus masa depan peradaban bangsa.

“Ayo sama-sama kita memuliakan sungai karena memuliakan sungai adalah memuliakan negara. Sungai merupakan akar peradaban dan juga sumber peradaban dari bangsa dan negara kita,” tegas Ossy Dermawan di hadapan para peserta aksi pada Jumat (19/06/2026).

Aksi lingkungan berskala nasional ini diawali dengan agenda susur Sungai Ciliwung yang kemudian dilanjutkan dengan operasi pembersihan sampah massal di sepanjang wilayah bantaran hingga ke aliran air. Operasi pembersihan ini digerakkan secara masif berkat sinergi kokoh antara Yayasan Bambu Indonesia, aliansi komunitas pelestari lingkungan, barisan relawan, kelompok pemuda, serta warga lokal yang menaruh atensi besar terhadap isu ekologi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang turut turun langsung ke lapangan memimpin pergerakan, menyatakan bahwa visi besar dari agenda ini melampaui sekadar rutinitas pembersihan sampah fisik di perairan. Sektor sungai wajib diposisikan kembali sebagai urat nadi kehidupan yang kelestariannya menuntut kepemilikan kolektif (regional ownership) dari elemen akademisi, pelaku usaha, warga, hingga pengambil kebijakan.

“Gerakan AYO Muliakan Sungai bukan hanya aksi bersih-bersih, tetapi gerakan bersama untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan. Keberhasilannya memerlukan kolaborasi masyarakat, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah,” terang Menko AHY lugas.

Selain aksi fisik di lapangan, jalannya kegiatan juga diperkuat dengan dibukanya ruang dialog interaktif yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), pegiat lingkungan, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta perwakilan generasi muda guna merumuskan tata kelola sungai yang berkelanjutan.

Agenda akbar ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.

Dari internal jajaran ATR/BPN, tampak hadir mendampingi yakni Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung. Lewat kekompakan lintas sektoral ini, pemerintah berharap pola gotong royong serupa dapat direplikasi secara meluas di berbagai wilayah aliran sungai strategis lainnya di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *