**KENDARI**- PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan KEJAR Award 2026 pada kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Implementasi KEJAR Terbaik Wilayah Sulawesi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara puncak peringatan Hari Indonesia Menabung yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, perwakilan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, dan pimpinan bank umum maupun BPD terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.
Prestasi Bank Sultra tersebut turut memperkuat capaian Sulawesi Tenggara di tingkat nasional. Pada ajang yang sama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara meraih penghargaan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Provinsi, sementara Pemerintah Kota Kendari memperoleh penghargaan untuk kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Regional Sulawesi.
Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) merupakan inisiatif strategis nasional yang dilaksanakan OJK bersama industri perbankan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.
Melalui program KEJAR, pelajar didorong untuk membangun kebiasaan menabung sejak usia dini, mengembangkan sikap disiplin dalam mengelola uang, serta meningkatkan pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan formal.
Pada penyelenggaraan KEJAR Award 2026, sebanyak 533 bank dari seluruh Indonesia berpartisipasi. Peserta tersebut terdiri atas lima bank BUMN, 22 bank swasta, 27 BPD, delapan Bank Umum Syariah (BUS), serta 469 Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/BPRS).
Penilaian kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik mencakup lima aspek utama, yakni jumlah rekening reguler Simpanan Pelajar (SimPel) dan Tabungan Anak, nilai nominal simpanan, inovasi serta kemudahan layanan, publikasi program KEJAR, dan ketepatan penyampaian laporan.
Keberhasilan Bank Sultra meraih penghargaan tersebut didukung oleh peningkatan signifikan jumlah rekening tabungan pelajar di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data per 31 Juli 2026, Bank Sultra mencatat sebanyak 148.516 rekening Simpanan Pelajar dengan nilai portofolio yang dilaporkan sebesar Rp66.895 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 177,59 persen secara tahunan (*year-on-year*/YoY). Jumlah rekening pelajar meningkat dari 83.629 rekening pada Juli 2025 menjadi 148.516 rekening pada Juli 2026, atau bertambah sebanyak 64.887 rekening dalam kurun waktu satu tahun.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan program tersebut. Menurutnya, penghargaan KEJAR Award 2026 merupakan hasil kerja sama antara Bank Sultra, pemerintah daerah, sekolah, dan OJK dalam memperluas akses keuangan bagi kalangan pelajar.
Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Bank Sultra untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra masyarakat dalam membangun kebiasaan menabung dan meningkatkan literasi keuangan generasi muda.
Andri juga menekankan bahwa capaian 148.516 rekening pelajar merupakan bagian dari upaya menanamkan kemandirian serta kesadaran finansial sejak dini. Untuk mendukung keberlanjutan program, Bank Sultra berkomitmen mengembangkan inovasi layanan, mempermudah proses pembukaan rekening, dan meningkatkan sosialisasi secara langsung ke sekolah-sekolah di Sulawesi Tenggara.
Penghargaan KEJAR Award 2026 menjadi dorongan bagi Bank Sultra untuk terus memperluas jangkauan layanan keuangan di sektor pendidikan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, dan OJK, Bank Sultra berupaya meningkatkan literasi serta inklusi keuangan agar semakin banyak pelajar memperoleh akses terhadap layanan perbankan.
Ke depan, Bank Sultra berkomitmen untuk terus mendorong budaya menabung di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang cerdas finansial, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas.






