Bank Sultra Salurkan Kredit UMKM dan KUR Rp1,39 Triliun, Perkuat Pembiayaan Sektor Pertanian

Daerah18 Dilihat

PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran kredit kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembiayaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Sultra dalam memperluas akses permodalan bagi masyarakat, mendorong perkembangan usaha produktif, dan mendukung peningkatan kesejahteraan pelaku ekonomi di Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan data per 31 Juli 2026, posisi kredit UMKM Bank Sultra tercatat sebesar Rp1,039 triliun. Sementara itu, baki debet (outstanding) kredit KUR mencapai Rp352,54 miliar. Capaian ini menunjukkan besarnya dukungan Bank Sultra terhadap pembiayaan usaha masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Selain mendukung permodalan usaha, Bank Sultra juga memperluas pembiayaan di sektor pertanian melalui fasilitas kredit pengadaan alat dan mesin pertanian. Program ini dijalankan dengan melibatkan mitra penyedia Alsintan untuk membantu memenuhi kebutuhan peralatan pertanian yang dapat menunjang produktivitas petani.

Hingga 31 Juli 2026, outstanding pembiayaan Alsintan Bank Sultra mencapai Rp24,80 miliar, dengan jumlah penerima pembiayaan sebanyak 51 debitur.

Tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit, Bank Sultra juga mendorong pengembangan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan dan pembinaan usaha. Program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam pengembangan sektor usaha kecil dan menengah.

Melalui pendekatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, memahami pengelolaan keuangan, serta memperkuat daya saing produk agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Untuk mendukung penyaluran kredit yang semakin efektif, Bank Sultra juga melakukan penguatan struktur organisasi. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan fokus pelayanan, mempercepat proses pembiayaan, dan memperluas jangkauan kredit ke berbagai sektor ekonomi.

Jika sebelumnya fungsi perkreditan ditangani oleh satu divisi, kini Bank Sultra memperkuat struktur tersebut melalui tiga divisi, yaitu Divisi Kredit Konsumtif dan Mikro, Divisi Kredit Menengah Komersial Korporasi dan Hubungan Kelembagaan, serta Divisi Operasional Kredit.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menegaskan bahwa penyaluran pembiayaan kepada UMKM, pelaku usaha penerima KUR, dan sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perekonomian Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, Bank Sultra ingin memastikan bahwa pelaku usaha dan petani memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi ekonominya melalui dukungan akses pembiayaan perbankan.

Andri juga menekankan bahwa keberadaan Bank Sultra tidak hanya berorientasi pada layanan keuangan, tetapi turut diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui penguatan pembiayaan produktif, pendampingan UMKM, dan dukungan terhadap modernisasi sektor pertanian, Bank Sultra berharap semakin banyak usaha masyarakat yang berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat.

Ke depan, Bank Sultra berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kredit, memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra usaha, serta memperluas akses pembiayaan bagi sektor-sektor yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha masyarakat, memperkuat sektor pertanian, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di Bumi Anoa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *